Kamis, 07 April 2016

chubby girls



Cinta Si nona Chubby

Part 1
Ria si chubby

Namaku ria, aku masih duduk di bangku SMA kelas 2  di salah satu sekolah swasta dikota kecil ini. Postur tubuhku tidak begitu menarik, aku sedikit gemuk dan mata yang seperti panda. Sehingga banyak teman dan guruku memanggilku nona chubby. Aku bukanlah orang yang populer dikalangan teman2 sekolahku. Karena mungkin aku tidak begitu cantik. 

.......
Suatu hari aku asik memainkan laptopku sembari aku membuka beberapa akun media sosial, seperti twitter, facebook dan skype. Dikalangan teman2ku aku memang cewe yang gila akan media sosial. Hampir setiap detik atau menit aku update status yang gak penting. Aku melakukan itu karena aku kesepian. Bagiku dunia maya lebih nyata dari dunia nyataku sendiri. Aku sering mendapatkan kenalan baru di facebook atau skype. Dari yang usia abg sampai dewasa.

PKL
........
Hari itu hari sabtu tepat dihari itu guru kejuruanku membagikan tempat atau lokasi kami akan PKL (untuk sekolah kejuruan), minggu ini kami sudah selesai dengan ujian akhir semester dan sesuai jadwal sehabis semester kami akan melakukan praktek di lembaga atau perusahaan. Sesuai kejuruanku, administrasi perkantoran aku ditempatkan di kantor dinas pendidikan di ujung kota ini. Jauh dari tempat sekolahku. Aku tau bahwa aku akan bersama teman yang satu jurusan denganku, meskipun kita bukan satu kelas. Namanya yuli, dia tinggal lumayan dekat dengan rumahku, karena kita masih dalam satu kecamatan. Aku mengajaknya ngobrol dan menawarkan kalau nanti kita akan berangkat bersama2 ke kantor itu.
“yul, ternyata kita PKL nya satu kantor loh, kita berdua aja.. “ ucapku mengawali percakapan.
“ohh yaa, aku baru sadar kalo kita satu kantor.” Ucap yuli
“iya yul, rumahmu kan deket sama rumahku, emm.. kebetulan aku juga bakal ngelewatin rumahmu, gimana kalo kita bareng aja berangkatnya?..”
Tanyaku sambil tersenyum kepadanya.
“Iyaa rii.. makasih.. ” jawab yuli sembari menganggukkan kepalanya.
Dia setuju, dan aku merasa senang karena aku sendiri merasa takut dan kurang PD jika  harus ke kantor sendirian.

.........
Hari senin tiba, ini hari pertama aku akan PKL dikantor yang sudah dibagikan oleh guruku. Sebelum itu kami sudah mendapatkan pembekalan agar kami tidak memalukan saat di tempat PKL.
“hmm... semoga hari ini lancar dan pegawai nya tidak galak. Sukur2 kalo ada yang muda + ganteng.. hehehe ” ucapku sambil senyum2 sendiri didepan cermin..
Aku berangkat dari rumah jam setengah tujuh dan dengan senyum yang mengembang dipipiku.
Sampai di gang dekat rumah yuli, aku berhenti dan berangkat bareng sama yuli.
“udah lama ya nunggu aku” kataku sambil senyum
“enggak kok rii, aku baru aja jalan dari rumah” jawab yuli
“ohhh... moga aja hari ini lancar yah,, aku takut kalo pegawainya galak2” kataku
“emang kalo galak kenapa rii, dia kan juga manusia, sama seperti kita.. hahaha” jawabnya sambil tersenyum lebar.
“masak kamu santai gitu sih, aku aja pagi2 tadi grogi..” jawabku cemberut
“udah tenang aja rii, ntar kalo ada yang galak lapor aja sama aku.. hehehe” jawab yuli nyengir.

Part 2 ........
Menemukanmu
Hari pertama PKL berlalu, aku masih merasakan kaku saat bicara dengan pegawai kantor. Namun si yuli, dia sangat akrab dengan beberapa pegawai. Hari demi hari berlalu, aku merasa bosan dan suntuk di kantor itu. Saat dikantor aku lebih sering menghabiskan waktuku untuk membuka media sosial dan menghubungi teman2ku yang ada dikantor lain.
Malam ini malam minggu, aku merasa bingung harus menghabiskan waktuku untuk apa, yaa akhirnya aku hanya dikamar dan membuka laptop kesayanganku. Aku tidak akan pernah lepas dengan dunia mayaku. Karena disanalah aku mendapatkan kedamaian.
Tuing
Ada pesan di facebook dari salah seorang teman facebookku..
“haii cantikkk, boleh kenalan gak nihh?”
“boleh aja” balasku cuek
“nama kamu siapa? Aku zaenal ”
“aku ria” jawabku masih cuek
“kamu tinggal dimana?”
“di gang kelinci desa seruni” jawabku
“lohh, kamu tinggal disitu, aku deket lo sama kamu, aku tinggal di desa arummanis”
“ohh ya, masih satu kecamatan dong kita, kamu masih sekolah?” tanyaku sedikit penasaran.
“aku baru lulus tahun ini, barusan kemarin konvoi kelulusan. Kalo kamu masih sekolah?”
“iya aku masih sekolah, kelas 2 di SMK Nusa” jawabku
“emm.. ternyata aku baru tau kalo kamu tetanggaan desa sama aku.. hehehe”
“hehehe.. ” balasku sambil mengirimkan emot ketawa
“punya akun skype gak?” tanya dia
“punya, emang kenapa?”
“boleh gak kalo kita videocall lewat skype?”
“boleh aja . akunku ini .........” sambil menyebutkan nama akun skype milikku.
“oke, tunggu yaa.. akun invite sekarang..”
 Sambil menunggu dia, aku membuka akun facebooknya dengan sedikit penasaran.
“ganteng juga” gumamku saat melihat foto zaenal.

Tuing
Suara itu berasal dari akun skype milikku.
Ternyata itu benar dari zaenal
“Haii cantikkk”
Aku hanya membalas dengan emotikon menyapa.
“Kita vcall yukkk?” pintanya tanpa basa-basi.
“boleh..” tanpa sadar aku meng-iyakan
Aku memulai vcal dengan zaenal saat pertama kali itu juga kita kenal di facebook. Singkat memang, aku berkenalan dengannya. Namun seiring berjalannya waktu, kita sering videocall dan saling bertukar nomor ponsel, aku bahkan merasa nyaman dengannya.
Ini memang bukan perasaan pertama bagiku, aku pernah merasakan jatuh cinta saat masih SMP. Namun aku merasakan getaran lain saat kita ngobrol di skype dan chat di medsos.
“ahh... aku kepikiran zaenal terus” gumamku sambil mengacak-acak rambutku.

Tak berselang lama, dia sms dan bilang pengen ketemu denganku. Aku langsung menanggapinya dan tanpa pikir panjang, aku bergegas menemuinya.

Ditempat yang udah dia tentukan, aku menunggunya. Aku merasa kesal karena aku duluan yang sampai dan harus menunggu dia.
Tiba-tiba terdengar suara dari belakang..
“riaa yaa... aku zaenal..” sambil mengulurkan tangan kepadaku.
“ii-iyaa” jawabku sedikit gugup.
Kemudian dia duduk didepanku.
“wahh, ternyata kamu agak chubby ya... ” ungkapnya senyum memandangiku.
“kenapa emangnya.. aku jelek ya” jawabku cemberut dan sedikit kesal.
“ehh ehh.. jangan tersinggung donkk.. aku kan ngomong apa adanya.. tapi kamu juga cantikk kok.. ” jawabnya sambil sedikit merasa bersalah.
“gombal ahh..” ucapku ketus
“emm ngomong-ngomong, kamu beda lho dari yang aku liat di foto.. emang sih kamu chubby tapi aku gak nyangka, kamu cantik banget..” ucapnya sambil senyum mengembang dipipinya.
“kenapa ya, kalo aku ketemu sama orang baru pasti bilang aku chubby, kenapa gak langsung ngomong kalo aku gendut dan jelek”
“kok ngomong gitu sih, beneran tau kamu cantik meskipun sedikit chubby” ungkapnya sambil terus memandangiku.
“yaudah.. aku mau balik pulang dulu, aku tadi pamit pergi 10 menit”
“yaudah.. bye riaa chubby” balasnya
“ria chubby..” aku melotot kearahnya dan berbalik meninggalkan zaenal.

Sesampainya dirumah, aku masih terus chat sama zaenal. Baru seminggu ini aku kenal sama zaenal. Dan aku yakin kalo zaenal juga suka sama aku. Beberapa hari kemudian setelah pertemuan itu, zaenal mengungkapkan perasaannya kepadaku. Jantungku berdegup kencang, ohhh inikah yang dinamakan fallin in love???. Dan aku juga langsung menerimanya tanpa basa-basi.
“okee... jadi kita resmi pacaran ya sekarang” ucap zaenal diseberang sana
“iyya  kita pacaran” jawabku malu2
“love u sayang”
“ love u more sayang” jawabku.
Setelah resmi pacaran, aku merasa hari-hariku menyenangkan dan berbunga-bunga. Tak terasa waktu PKL ku sudah hampir berakhir. Dan aku menjalani masa PKL ku dengan biasa saja. Aku hampir lupa kalo selama ini yuli terus memperhatikanku yang sering senyum2 sendiri saat dikantor.
“ciiee ada yang lagi kasmaran nih.. cieee” ucap yuli mengagetkanku
“heehee... kamu mah usil aja..” jawabku.

Waktu PKL pun berakhir, tak terasa sudah sebulan aku menjalani hubungan dengan zaenal. Meskipun gaya pacaran kami yang biasa dan jadul banget, tapi kami menikmatinya dan tidak banyak menuntut untuk bisa bertemu.
Senin, hari pertama aku mulai kesekolah lagi setelah PKL seleasai. Aku bertemu dengan sahabat2ku yang tidak kalah rempong dan cerewet. Pertama kali, aku berbincang dengan sahabatku yang kebetulan teman sebangku denganku. Namanya jamilah, dia lugu dan pendiam.
“haii jamilahh... gimana PKL nya, galak2 gak pegawai dikantormu?” tanyaku langsung ke inti
“riaa.. kamu baru berangkat.. iyaa lumayan galak sih, tapi menyenangkan juga.. heehehe” jawabnya sambil tertawa
“ohhh syukurr deh kalo gitu. Aku sih gak merasakan menyenangkan dikantorku, biasa bangett” ucapku tersenyum sinis
Jamilah hanya tersenyum dan tak bicara lagi.

Tak terasa sekarang aku sudah kelas 3, aku merasa beberapa hari terakhir zaenal jarang menghubungi diriku karena dia sibuk dengan kuliah barunya.  Ohh iya, zaenal sekarang kuliah di kota tepatnya di semarang. Dia hanya mengambil program 1 tahun saja.
“sayangg” aku mengawali chat di skype
“iya sayangku, kangen ya?”
“iyalah kangen, udah seminggu lho kamu sibuk dan gak ngabarin aku” balasku sedikit kesal
“maaf ya sayang, aku baru beli paketan internet ini, makanya baru on lagi di medsos” jawab zaenal
Yaaa.. kita memang lebih memilih berhubungan lewat medsos ketimbang lewat sms atau telepon.
“iyaa deh sayang.. aku ngerti” jawabku sedikit cemberut
Selang beberapa menit, dia belum juga bales chat dariku.
“hmm... lama banget balesnya” gumamku dalam hati


Part 3....
Kecurigaanku
Sambil terus memegang ponselku aku terus memandangi akun facebook milik zaenal, pacarku. Aku merasa kalo dia sudah mengabaikanku. Akhir2 ini dia sering gak balas chat aku, ditelpon juga gak jawab, aku jadi semakin galau. Dan aku memutuskan untuk membuka akun facebook milik dia.
Aku terus membuka pesan diakun milik zaenal, banyak sih yang chat sama dia, kebanyakan zaenal yang mulai duluan chat. Dan aku merasa dibohongi ketika ada chat yang isinya cukup mengagetkanku.
“apa sayang??? Dia manggil sayang?? Apa –apaan ini” gumamku sambil melotot kearah laptop
“jadi ini yang bikin dia sibukkk??” gumamku dalam hati
Pantas aja beberapa hari terakhir ini dia sering sibuk dan gak bales chat aku. Jadi begini alasannya. Ohh tuhann, baru kemarin merasakan indahnya dicintai, dan sekarang aku harus merasakan sakitnya dikhianati.
Tanpa sadar air mataku pun menetes. Bahkan belum genap pacaran 2 bulan dan sekarang aku harus mengakhiri kisah cinta ini? Ohhh sungguh menyakitkan. Akupun langsung memikirkan cara untuk menyelidikinya.

Pagi ini aku terlambat kesekolah. Mataku terlihat sembab dan bengkak. Mungkin efek dari menangis semalam. Jujur saja, aku tak dapat tidur dan harus terjaga semalaman sambil memikirkan cara untuk menyelidiki hubungan zaenal dan cewe baru itu.
Terlintas diotakku untuk langsung menanyakan hal tersebut pada zaenal, namun aku tidak bisa melakukan itu. Itu hanya akan merusak rencanaku dan pastinya dia gak akan pernah ngaku. Aku menyadari, semenjak dia pergi dan kuliah di semarang, aku merasa kita semakin jauh saja. Bahkan untuk bisa chat dan videocall saja tak ada waktu. Alasannya sama, sibuk sibuk dan sibuk.
Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya pada beberapa teman zaenal. Aku memang tidak pernah bertemu langsung dengan teman2nya, namun ada beberapa teman zaenal yang kenal sama aku di facebook. Aku pun memulai dari teman yang ku anggap paling dekat dengan zaenal.
Namanya ilham, dia teman dan sekaligus tetangga zaenal.
“jadi nita itu mantannya zaenal? ” nita adalah nama cewe yang chat2 mesra sama zaenal di facebook.
“iyaa riaaa... zaenal gak pernah cerita sama kamu?” tanya ilham
Aku hanya menggelengkan kepala.
Aku berpikir, apakah zaenal dan mantannya balikan lagi atau mereka belum putus? Ahh segerombol pertanyaan ada diotakku.
“apa nita adalah cinta pertama zaenal?” tanyaku pada ilham
“entah.. aku kurang tau” jawabnya sambil mengangkat kedua bahunya.

Aku pun memutuskan untuk pulang kerumah, karena tadi setelah pulang sekolah, aku janjian ketemuan sama ilham. Lumayan sih info yang kudapat hari ini. Aku merebahkan tubuhku dan menatap langit2 atap rumahku. Terngiang terus kata2 ilham tadi.
“mantan.. mantan.. mantan..” gumamku sambil menggigit jari.
Aku memutuskan untuk beristirahat dan melupakan sejenak masalahku ini.

3 hari kemudian...




Part 4
.......
Aku menginjakkan kakiku dibumi semarang... ohh inikah petualangan pertamaku? Aku merasa bebas setelah sekian lama aku terkurung dan hanya hidup diruangan kecil dengan dunia mayaku. Yaa.. aku memutuskan untuk jalan2 ke semarang dengan satu tujuan yaitu bertemu dengan pacarku. Aku sempat tidak mendapatkan ijin dari orangtuaku. Namun apa daya, aku bersikeras untuk tetap pergi. Disini aku menginjakkan kaki bermodalkan tekad untuk bertemu dengan zaenal. Sambil membawa secarik kertas yang bertuliskan alamat, aku naik taksi dan akhirnya sampai ditempat tujuanku.
Emosiku meledak-ledak, banyak sekali pertanyaaan yang sudah aku persiapkan ketika bertemu dengannya.
“jadi ini kos-nya zaenal” gumamku ketika turun dari taksi
Kos itu keliatan sepi, tidak terdengar suara aktivitas apapun dari kos itu.
“permisi...” suaraku lembut
“permisi...” suaraku mulai meninggi
“permisiii..... ” aku sudah tidak sabar lagi
Tiba-tiba muncul wanita paruh baya dari kos sebelah. Kelihatannya wanita ini seumuran dengan mamaku.
“cari siapa dik?? ” sapa wanita itu sambil mendekat padaku
“emm... anuu bukk... zaenalnya kos disini kan?” jawabku sambil mengulurkan tangan kepadanya
“ohhh zaenal.. mungkin masih kuliah dik.. coba telpon saja dik. Mungkin masih ada dikampus. ” jawabnya sambil tersenyum kepadaku...
Aku hanya mengangguk dan mengeluarkan ponsel dari dalam tasku.
Aku mengirim beberapa pesan kepada zaenal namun hasilnya nihil.
Aku terus menunggu didepan kos zaenal. Sampai jam ditanganku menunjukkan pukul 5 sore, aku masih duduk disini.
Tiba2 suara motor terdengar mendekat kearahku. Terlihat dua orang sosok yang kaget ketika melihatku disana. Aku cukup familiar dengandua orang itu. Zaenal dan nita. Ya aku memang baru pertama kali melihat sosok wanita ini, tapi aku bisa menyimpulkan siapa wanita itu.
“riii-riiiaaa” ucap zaenall sambil melotot kearahku

“siapa dia yank?” ucap wanita itu sambil memicingkan matanya kearahku.
“yank??? ” aku berkata dalam hati
“emmm... anu... di-diaa temanku..” ucap zaenal terbata-bata
“ohhh jadi kita temann ya... terus selama ini kau anggap kita hanya teman??” suaraku meninggi sambil menahan air mata
“rii-riiaa maafkan aku... aku gak bermaksud...” zaenal sambil memegang tanganku.
Spontan aku mengibaskan tanganku.
“okeee... gapapaa... mungkin ini yang pantas aku dapatkan.. ” aku berlari sambil mengusap air mata dipipiku.
Terdengar suara zaenal yang masih terpaku dan ingin mengejarku.
Aku tau, aku tak secantik nita. Aku juga tau, gaya pacaranku masih kolot dan jadul. Aku tau semua itu. Aku seolah dihadapkan pada kenyataan yang sama sekali tak ingin aku bayangkan.
Jauh-jauh ke sini hanya dapat penghianatan. Tuhan, entah apa yang Engkau rencanakan.
Sambil terus berlari tanpa tujuan. Aku semakin bingung dan entah apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku tak tau arah untuk pulang, sanak saudara pun aku tak punya. Teringat sejenak akan lagu kesukaanku
“aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi... aku tenggelam dalam lautan luka dalam.. aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang...”
“apaaaa... aku tersesattt????” gumamku dalam hati
Tuhan memang sungguh kejam kepadaku. Dikota yang seramai ini, aku harus dihadapkan pada kenyataan yang pahit. Pertama, aku baru saja putus dengan cara yang sungguh menyakitkan. Kedua, disini aku tak punya teman ataupun saudara.
Aku terus berjalan lurus tanpa mempedulikan orang-orang yang lalu lalang. Sampai aku tiba di pusat kota. Yaaa.. aku tiba di alun2 kota ini. Sejenak, aku lupa akan masalahku ketika melihat indahnya kota ini. Banyak orang-orang berjualan disini, aku melihat banyak pasangan yang sedang menikmati kebersamaan mereka. Seketika aku merasa lapar, bahkan sangat lapar. Aku langsung berjalan mendekati salah satu makanan favoritku. 
“hmmm.. lumpiaa.. pasti enak nih..” gumamku ketika didepan penjual lumpia.
Setelah aku mendapatkan pesananku.. aku duduk di pinggiran alun2 kota ini. Sambil menikmati nikmatnya makanan ini, aku menikmati suasana kota yang ramai ini. Aku selalu tersenyum ketika ada anak kecil yang lewat bersama orangtuanya. Aku selalu membayangkan pasti bahagia jadi anak kecil itu yang selalu dikelilingi orang yang menyayanginya.

Tiba-tiba ada seseorang dari belakang yang menyenggolku.
“aduuhhh... ” aku meringis kesakitan sambil mengambil ponselku yang terjatuh.
“ehh ehh.. maaf mba.. maaf saya nggak ngeliat tadii... maaf  ya mba..” ucap lelaki yang menyenggolku tadi
“iya gapapaa mas.. ” aku hanya terseyum tipis kepadanya
Tiba-tiba dia duduk disampingku. Aku langsung kaget dan melotot kearahnya. Pikirku, kenapa dia malah duduk disini? Ahhh merusak mood saja.
“kamu bukan orang sini ya?” tanya lelaki itu mengawali percakapan
“iyaa.. aku baru pertama kali kesini.. aku dari pati..” jawabku
“pantesan ” jawabnya sambil tersenyum sinis kepadaku
“pantesan apaan? Aku gak norak-norak kok...” ucapku ketus
Dia hanya tersenyum dan tanpa mengeluarkan kata2 lagi.
“emmm.. aku harus pergi dulu..” ucapku kepadanya sambil berdiri dan bersiap pergi
“kamu mau pergi kemana???”
“kemana aja” jawabku cuek
Ternyata dia mengikuti dari belakang. Apa yang dia lakukan? Apa dia orang jahat? Beberapa pertanyaan menembus otakku. Seketika aku menoleh kebelakang dan melihatnya dengan penuh curiga.
“ngapain kamu ngikutin aku??” tanyaku dengan suara penuh curiga
“mau liat aja kamu mau kemana.” Jawabnya cuek dan dingin
“itu bukan urusan kamu... kenapa kamu ngikutin aku sih?? Apa jangan-jangan kamu penculik?? Atauu kamuuu....????”
“sssttt... jangan berpikiran buruk padaku...” jawabnya sedikit lembut
“terus maksud kamu apaa coba?? ” tanyaku penasaran.
“hmmm... aku liat kamu hanya berjalan tanpa arah. Makanya aku ngikutin kamu.. emang sebenernya kamu mau kemana sih?? Atau kamu gak punya tujuan??” tanyanya dengan tatapan penuh perhatian
Aku hanya mengangguk pelan. Kemudian dia langsung menarik tanganku dan menyuruhku mengikutinya.
Sampai didepan sebuah mobil jazz warna merah, dia membukakan pintu padaku.
“masukk... jangan berpikiran aneh2 padaku... ” ucapnya
Aku hanya mengangguk pelan. Aku tak tau harus senang atau takut. Aku senang karena aku pikir aku punya teman dikota ini. Tapi, aku juga takut kalau dia bahkan ngapa2in aku. Lagipula, aku nggak tau siapa namanya.
Dimobil kami berdua hanya diam tanpa sepatah katapun. Aku melihat kearah jendela mobil, “ini dimana??” gumamku dalam hati.
Tiba-tiba aku tiba di rumah yang minimalis dengan gaya modern seperti yang aku liat di sinetron2.
“ayo turun” katanya tiba2 memecah keheningan.
Kami berdua masuk kedalam rumah tersebut. Rumah ini keliatan sepi sekali. “Apa tidak ada orang dirumah ini?” pikirku dalam hati.
Dia merebahkan tubuhnya disofa ruang tengah rumah itu.
“ngomong2 nama kamu siapa??” tanya lelaki itu
“a-akku  riiaa” jawabku sedikit gugup.
“okee... panggil saja aku adit. Aditya namaku.” Jawab lelaki itu.
“kenapa kamu membawaku kerumahmu??” jawabku penasaran.
“aku kasihan sama kamu. Mau kemana malam2 seperti ini?? Tinggal lah disini sementara.”
Aku hanya mengangguk pelan.

Part 5
Aditya

Pagi yang cerah menyapaku. Dengan sinar yang begitu mengembang dan membuat bumi ini menjadi panas, aku bangun kesiangan. Kulihat jam di atas meja menunjukkan pukul 9.
“selamat pagi duniaa.. arrggghh” gumamku tersenyum pada diriku sendiri
Aku tersadar dan kemudian aku mandi dan keluar dari kamar.
“selamat pagi nyonya besar?? Apa tidurmu nyenyak??” tanyanya dengan tersenyum sinis padaku.
“maa-maaff aku bangun jam segini. ” jawabku sambil menundukkan kepala.
“cepat duduk dan makan makananmu” ucapnya dingin kepadaku.
“terimakasih” jawabku pelan
Setelah selesai makan, aku ke dapur dan mengambil minum. Setelah itu aku duduk disofa bersama adit. Aku baru sadar kalau adit begitu keren. Dengan perawakan yang tinggi, tegap , putih dan rambut yang acak2an, aku melihat pria itu begitu manis ketika tersenyum.
“kamu mau jalan2 kemana??” tanyanya mengagetkanku
“jalan2?? Aku tidak mempunyai rencana untuk itu. Aku mau pulang saja.” jawabku
“kenapa buru2? Tinggallah disini 3 atau 4 hari lagi.” Pintanya kepadaku
Aku tidak mengatakan apapun dan tanpa ekspresi pula.
“ayo ikut aku jalan2 ” tiba2 menarik tanganku.
“kemana??”
“udah ayo ikut aja. Pasti kamu gak bakal nyesel.” Jawabnya sambil tersenyum kepadaku.
Aku merasa dia sangatlah tampan, dan mengapa jantungku berdegup kencang seperti ini?? Tidak mungkin aku menyukai orang secepat ini.
Sampai tiba di sebuah tempat, aku langsung mengenali tempat itu.
“lawang sewu” gumamku saat turun dari mobil adit.
Aku mengikuti adit masuk kedalam, dan dengan perasaan yang sangat bahagia aku seolah berada di surga. Seketika aku lupa akan pengecut yang telah membuat hatiku hancur berkeping-keping.
Aku mengeluarkan ponselku dan mengambil beberapa gambar dari sudut ruang tempat ini. Tiba2 adit menyambar ponselku.
“heiii... apa yang kau lakukan??” aku meninggikan suaraku
“ayo kita selfiie. hahaha” jawabnya sambil tertawa penuh kebahagiaan.
“boleh...” jawabku sambil tersenyum juga kepadanya
Setelah menelusuri sudut tempat ini, aku merasa capek dan berkeringat.
Sambil membuka ponselku, aku melihat hasil jepretan tadi. Adit sangat bahagia. Senyumnya begitu manis. Tiba2 dari belakang dia menggandengku dan mengajakku berjalan menuju caffe dekat tempat tadi.
Kami berdua masuk dan memilih menu yang ada.
“hot chocolate aja mas” kataku kepada pelayan
“aku juga” adit tersenyum kearahku
Sambil menunggu pesanan kami, kami berdua hanya terdiam dan terlihat canggung untuk memulai percakapan.
“sebenernya kamu kemarin ngapain di alun2 sendirian??” tanyanya mengagetkanku
“ehh... emmm akuu kemarin... aku kemarin pengen aja disitu.” Jawabku tanpa pikir panjang
“terus tujuan kamu apa kesini??” tanyanya penasaran.
“akuu... sebenernya akuu kemarin mau ketemu sama pacarr... ehh mantan” jawabku sambil tersenyum tipis
“mantan atau pacar nih??” tanyanya menggodaku
“sejak kemarin mantan.. hehehe” jawabku
“ohh.. jadi kosong dong sekarang... hehehe”
“emang bangku kosong??” jawabku membalas senyumnya
Pesanan kami pun datang.. hot cokelat memang  minuman favoritku. Meskipun cuaca yang terik, aku tidak mempedulikan itu.
Kami pun terdiam dan menikmati minuman kami. Setelah beberapa menit, aku melihat keluar kearah kaca. Aku terdiam dan tanpa sadar, air mata menetes dipipiku. Adit pun mengikuti arah pandanganku. Diluar ada dua orang insan yang saling bermesraan berjalan kearah cafe tempat kami duduk. Ketika mereka masuk, aku melihat zaenal kaget saat melihatku.
Aku berusaha menahan air mataku ketika berhadapan dengannya. Zaenal pun mengalihkan pandangannya kearah pria yang ada didepanku.
“sayang, ayo kita duduk disana” ucap nita memecah keheningan diantara kami berdua.
Aku pun kembali memfokuskan pandanganku pada hot cokelatku. Tiba2 adit menarik tanganku dan menggandengku keluar cafe.
Aku menunggu didepan cafe, sementara adit mengambil mobilnya yang diparkir lumayan jauh dari tempat ini. Tiba2 ada tangan yang memegang pundakku seraya berkata.
“riiaaa”
Spontan aku membalikkan badanku.
“mau apa lagi kamu?? Belum puas kamu bohongi aku??” kataku ketus dan penuh kebencian.
“riiaa... kamu dengerin aku dulu... aku gak bohongi kamu... dia yang maksa aku buat balikan lagi.. aku udah berusaha nolak, tapi dia selalu menempel padaku.” Jawabnya sambil meyakinkanku.
“aku gak mau tahu tentang kamu lagi” jawabku kesal
Tiba2 adit turun dari mobilnya dan bediri disampingku.
“siapa dia sayang?? Mantan kamu yang pengecut itu ya?? ” ungkap adit serasa menggandeng tanganku.
Aku hanya melotot kearah adit. Aku tidak percaya dengan yang adit katakan barusan.
“riaaa...” zaenal seolah menanyakan kebenaran padaku.
“denger ya, kamu gausah ganggu ria lagi. Sekarang dia pacarku.” Adit dengan nada yang tegas.
Dengan cepatnya adit menggandengku kearah mobilnya. Beberapa menit kemudian suasana menjadi hening. Tidak ada suara apapun yang keluar dari mulut kami berdua. Kemudian aku berusaha memecahkan keheningan dan berkata
“apa yang kamu lakukan tadi??”
Dia menoleh kearahku dan tersenyum
“aku hanya menolongmu tadi..” jawabnya singkat
“tapi kamu gak perlu ngaku2 sebagai pacar kan?? ” suaraku sedikit serak
“emang kenapa? Kamu gak mau punya pacar setampan diriku ini?” jawabnya dengan penuh percaya diri
“isshhh....” aku hanya mendesis mendengar perkataan adit barusan

Kami tiba dirumah adit. Ini sudah sore, dan waktunya mandi dan beristirahat. Aku bingung harus memakai baju apa, karena aku hanya membawa baju ganti 1 pasang saja. Tiba2 terdengar suara ketukan dibalik pintu.
“boleh aku masuk?” suara dibalik pintu itu
“boleh.. ini kan rumahmu” jawabku pasrah
“aku tau kamu gaada baju lagi.. dann ini sementara pake aja bajuku.” Ucapnya dengan ramah
“terimaa kasihh” jawabku pelan
“Mandilah dan cepat keluar temani aku makan malam” katanya sambil berjalan keluar kearah pintu.

Setelah selesai mandi dan membersihkan tempat tidurku, aku berjalan keluar menuju ruang tengah. Disana sudah ada adit yang sedang menonton tv.
“kamu udah selesai? ”
Aku hanya menganggukkan kepala.
“ayo kita makan malam. Aku lapar” ungkapnya sambil memegang perutnya.
Tiba disebuah tempat, aku tau tempat ini. Yaa ini alun2 kota. Ternyata rumahnya tak jauh dari pusat kota.
Kami pun turun dan menuju kesalah satu tempat makan lesehan dipinggiran alun2 ini. Ternyata selera adit gak jauh beda sama orang desa. Suka makan di lesehan ketimbang di cafe atau restoran. Akupun hanya mengikutinya.
“bang, nasi goreng dua ya” ucap adit
“okee broo” jawab abang penjual nasgor itu.
Sepertinya mereka sudah saling akrab. Aku hanya tersenyum melihat mereka berdua.
“kamu harus cobain nasi goreng disini. Pasti gak bakal nyesel deh. Dijaminn pokoknya.. heheehee” adit sambil tertawa menunggu pesanannya.
Setelah pesanan tiba, kami pun langsung menikmatinya. Tanpa sadar, kami berdua melahab habis nasgor tadi. Memang rasanya sangat enak, sampai2 tak ingin rasanya berhenti makan.
Sembari menunggu adit membayar ke abang penjual tadi, aku hanya menunggu dipinggiran alun2 itu.
“ayo kita pulang” suara adit mengagetkanku
“ehh.. iyaa” aku hanya menjawab pelan
Sebelum pulang adit membawaku ke toko baju. Aku tak tau apa yang ada dipikiran adit. Dia membawaku ketempat baju untuk wanita dan mengambil beberapa baju. Dia menempelkan baju ke tubuhku dan sepertinya dia mengukur baju mana yang pas untukku. Setelah beberapa menit. Adit memutuskan untuk membeli 2 baju wanita. Aku tau itu baju wanita, aku berpikir keras untuk siapa baju itu.
Setelah tiba dirumahnya. Dia melemparkan baju itu kearahku seraya berkata. “ini untukmu”
Aku kaget dan melotot kearahnya, namun dia berjalan menuju kekamarnya.

Part 6
Hari-hari bersamanya
...................
Pagi ini aku bangun pagi2 sekali. Aku berusaha untuk membangunkan adit yang masih terlelap dikamarnya. Aku berencana untuk pulang ke kampung halamanku hari ini. Namun setelah mengetuk pintu kamar adit beberapa kali tidak ada jawaban. Aku pun berusaha masuk kekamarnya. Di ranjang itu terlihat adit yang masih mengenakan selimut untuk menutupi tubuhnya. Aku melihat adit yang tidur dengan polosnya, terlihat begitu manis. Aku memegang kening adit dengan tanganku, dan ya tuhan badannya sangat panas. Mungkin dia demam. Aku bergegas kedapur mengambil air dan handuk kecil untuk mengompres adit. Dirumah ini tidak ada siapa2. Adit hanya tinggal sendirian disini. Kemudian aku kembali kekamar adit dan mengompresnya. Dia berusaha bangun, namun aku menyuruhnya untuk tetap berbaring. Aku keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Aku tau harus membuat apa. Bubur.. aku harus buat bubur. Dengan bahan seadanya aku membuat bubur untuk adit. Aku membawa bubur itu kekamar adit.
“adit... makan bubur dulu ya..??” pintaku sambil membangunkannya\
Dia hanya mengangguk pelan. Akupun menyuapinya. Setelah makan, aku memberinya obat penurun demam. Aku menungguinya dipinggir ranjang. Tanpa sadar aku ketiduran disamping adit. Kurasakan ada tangan yang membelai rambutku. Akupun membuka mataku dan melihat adit sudah bangun.  Aku langsung bangun dan memegang keningnya. Kurasakan panasnya udah turun.
“syukurlah... panasnya udah turun..” gumamku didepan adit
“kamu yang ngurus aku ya... makasihh riaa” suaranya sedikit lemah.
Aku hanya menganggukkan kepala.
Aku hendak keluar dan melihat jam ditanganku, sontak aku kaget. Apa jam 4 sore? Gimana aku bisa pulang. Kenapa aku ketiduran sih.. aku menyesali dan harus menunda kepulanganku.
Tiba2 tangan adit memegang tanganku..  jantungku berdegup kencang. Perasaan apa ini tuhan?? Aku seolah tak dapat berkata2 lagi.
Aku menoleh ke belakang dan berkata
“ada apa dit??” tanyaku
“jangan pergii.. aku membutuhkanmu” jawab adit memelas
Aku menghela napas panjang dan menatapnya.
“iyyaa” jawabku pelan
Aku meninggalkan kamar adit dan menuju kamarku. Dikamar, aku seolah kebingungan. Aku menatap langit2 rumah ini dan berpikir bagaimana aku bisa pulang. Sudah 3 hari ini aku meninggalkan orang tuaku. Padahal aku Cuma pamit 2 hari pada orangtuaku. Akhirnya aku menemukan jalan keluarnya. Aku berencana pulang besok ketika adit sudah sembuh. Aku memutuskan untuk beristirahat.

Drrrrtttt.... drrtttt...... drttttt....
Terdengar getaran dari ponselku. Dan akupun bangun pagi ini. Aku melihat diponsel terdapat  nama “mom”. Akupun mengangkatnya dengan penuh rasa takut. Pasti aku akan dimarahi.
“iya maa... aku akan pulang. ”jawabku mengakhiri telepon mamaku.
Aku melihat jam diatas lemari yang menunjukkan pukul 7 pagi. Aku lalu bergegas kearah kamar mandi.
Setelah semua persiapan selesai, aku keluar dan membawa tas yang berisi pakaianku.
Kulihat adit ada diruang tengah. Pagi sekali dia bangun. Apa dia sudah sembuh? Aku bertanya2 dalam hati.
“riaa... kamu mau kemana??” tanya adit kaget melihatku
“aku mau pulang dit.. mamaku mengkhawatirkanku” jawabku pelan
Tiba2 adit menghampiriku dan menatapku.
“secepat inikah kau pulang??”tanyanya memelas
Aku hanya mengangguk. Tiba2 kedua tangannya mendekap tubuhku. Dia memelukku. Memelukku dengan erat. Aku tidak marah dan justru aku merasakan kehangatan ditubuhku. Jantungku pun berdegup kencang. Aku berusaha melepaskan pelukannya, namun tubuhnya terlalu besar untuk aku lepaskan. Tak lama, dia melepaskan pelukannya dan menatapku.
“riaa... jangan pergii” pintanya memelas
“tapii ditt... aa-aakuuu” jawabku terbata2
“rii.. aku tau kita baru kenal, tapi aku merasa nyaman saat bersamamu..” ungkap adit mengagetkanku
“aku gak mau kehilangan kamu rii... aku sayang sama kamu... ” ungkapnya lagi...
“tapii ditt... aku gabisa... aku bahkan tidak mengenal dirimu, aku hanya tau namamu.. aku tidak semudah itu menerima pria untuk mengisi hatiku.” Jawabku sambil menatap kedua bola matanya yang terlihat memelas.
“apa kamu gak suka sama aku? Apa kamu gak sayang sama aku? Terus perhatian yang kamu kasih kemarin itu apa??” suaranya sedikit serak
“bukan masalah sayang atau gak sayang.. aku cuma belum mengenal kamu ditt..” jawabku mencoba menenangkan adit
“riaa... jawab aku jujur. Apa kamu gak sayang sama aku?” tanyanya pelan
“ditt... kalo kamu mau aku jujur, aku sayang sama kamu. Aku selalu gugup ketika menatap matamu.. jantungku selalu berdetak kencang ketika berada disampingmu.. ” jawabku
“kalo begitu mari kita coba rii... ” pintanya pelan
“tapii... apa kamu bisa menjalani hubungan jarak jauh ini??” tanyaku berbalik kepadanya
“aku yakin, aku bisa riii..” jawabnya
Akhirnya dia memelukku lagi.. aku yakin bahwa aku telah merasakan yang namanya “fallin in love”.
Aku menunda kepulanganku lagi dan genap 1 minggu aku dikota ini. Akhirnya aku pulang dengan membawa sejuta cerita untuk aku ceritakan pada sahabatku. Yaaa.. aku pulang diantar oleh adit. Aku memperkenalkan adit sebagai pacarku. Ya aku memang masih kelas 3 smk namun aku yakin akan perasaan ini.

Part 7
Kuliah bersamanya
.....................
Aku menjalani hari2ku seperti biasa. Sebentar lagi aku akan menghadapi ujian akhir. Setelah itu aku berencana untuk kuliah disemarang. Yaa.. alasan pertamaku adalah supaya dekat dengan kekasihku itu. Hubunganku pun berjalan dengan lancar. Setiap hari kami menghabiskan waktu untuk chat dan telepon. Setiap akhir minggu dia mengajakku untuk videocall. Aku merasa sangat bahagia. Tuhan sepertinya sedang memihak padaku.
Ujian akhir pun selesai. Aku mendapatkan hasil yang memuaskan. Aku tau, aku tidak bodo-bodo amat. Dulu aku sering masuk peringkat 1 sampai 3. Akupun sudah mendaftar di universitas yang sama dengannya. Sekarang aku semester pertama dan adit semester 5. Usia kami hanya terpaut 3 tahun saja. Aku lebih memilih tinggal di kosan sederhana, walaupun adit mengajakku untuk tinggal dirumahnya. Adit selalu mengantar jemputku kuliah. Bahkan, ketika makan pun kami selalu bersama.
2 tahun kami berada di kampus yang sama. Dan aditpun sudah waktunya meninggalkan kampus ini. Setelah wisuda, adit bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang kontruksi.
Aku masih bergumul dengan buku2 dan setumpuk tugas. Meskipun kami terpisah, adit selalu menyempatkan waktunya ketika sepulang kerja untuk menemuiku atau sekedar mengajakku makan malam.
Aku bahagia... sungguh bahagiaa...

-----------------bersambung


2 komentar: